Jumat, 05 Agustus 2011

Diprediksi Melemah, Rupiah Bakal Bergerak Terbatas

Tren pelemahan yang terjadi pada dolar Amerika Serikat (AS) nampaknya belum akan berakhir. Hal ini lantaran data perekonomian negara Paman Sam tersebut tidak mendukung.

Bahkan saking melemahnya USD, mata uang yen Jepang jadi sangat menguat sehingga harus diintervensi oleh negara mata uang yen tersebut agar tidak menguat lebih tajam lagi.

Hal ini pun membuat para investor cenderung melakukan aksi ambil untung (profit taking) dalam perdagangan kali ini sehingga nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pun diprediksi akan mengalami pelemahan meskipun terbatas.

Data perekonomian AS yang sebelumnya sudah dirilis belum menunjukkan perbaikan yang berarti. Selanjutnya, investor pun masih menunggu dirilisnya tingkat jumlah tenaga kerja akan seperti apa, apakah membaik atau malah justru sebaliknya. Hal ini dapat dilihat dari seberapa lambat perekonomian negara Paman Sam tersebut.

Sementara dari dalam negeri, belum ada trigger yang mampu menggiring rupiah untuk menguat lagi, mengingat sentimen global masih sangat berpengaruh terhadap pergerakan rupiah.

Seperti diberitakan sebelumnya, kurs tengah Bank Indonesia (BI), Kamis 4 Agustus menunjukkan penguatan rupiah di level Rp8.483 per USD dibanding periode sebelumnya Rp8.487 per USD.

Sementara, data yahoofinance menunjukkan, rupiah berada di level Rp8.507,5 per USD dengan kisaran perdagangan harian Rp8.467,5-8.507,5. Sementara, euro parkir di level 1,4246 per USD, yen pada level 79,9650 per USD, dan poundsterling pada nilai 1,6351 per USD.
(ade/okz)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar