Sabtu, 06 Agustus 2011

Kilang LNG Tangguh Train III Secepatnya Dibangun

Badan Pelaksana Hulu dan Hilir Minyak dan Gas (BP Migas) akan segera membangun kilang LNG Tangguh train III di Papua. Pembangunan kilang LNG ini akan memiliki potensi besar bagi sentra industri di Papua.

"Cerita tentang potensi itu sendiri, potensinya sangat bagus, Anda siap-siap untuk aprroach di sana akan ada industri petrokimia," ungkap Kepala BP Migas R Priyono, ketika ditemui di Wisma Mulia, Jakarta, Jumat (5/8/2011).

Meskipun, plan of development (POD) belum ada, ia berjanji proses sertifikasi POD tersebut tidak akan memakan waktu terlalu lama.

"Biasanya kerja sama itu kita harapkan paling lama enam bulan, tapi kita akan percepat karena kita kerja sama dengan perguruan tinggi yang ada disana juga ikut. Nanti di British Petroleum (BP) mudah-mudahan tidak lebih dari sebulan," lanjutnya.

Ia juga menambahkan bahwa tambahan cadangan LNG yang ada di train III ini berjumlah sekira 3,8 MTPA sehingga cadangan gas di Blok Tangguh sendiri berjumlah 700 mmscfd. Rencana pemanfaatan gas Tangguh itu sendiri, menurutnya akan digunakan untuk pemenuhan gas dalam negeri.

"Pertama pasti untuk domestik, kan ada sentra industri di Papua sana, saya sudah bicara sama BP, untuk menghitung keekonomiannya, berapa butuhnya mereka di sana. Selebihnya, yang LNG itu, kita juga masih ingin pasar kita di Asia Pasifik masih kita pertahankan," papar dia.

Sementara itu, ke depan bagi pembeli asing, ia juga akan melakukan negosiasi agar mereka juga melakukan relokasi industri di Indonesia. "Berapapun kebutuhan domestik akan kita penuhi dalam proses negoisasi. Jadi kalau kita tawarkan LNG ke Jepang, atau China kita minta ada relokasi industri khususnya dengan pembeli asing," tandasnya.
(wdi/okz)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar