PT Bakrie Development Tbk (ELTY) menuturkan bisnis properti masih akan menjanjikan dalam waktu tiga tahun ke depan. Daya beli masyarakat yang meningkat dengan didukung oleh fundamental perekonomian Indonesia yang stabil, menjadi alasannya.
"Kita semua yakin 2011 tahun yang baik untuk properti, booming-nya bukan di 2011 tapi di 2013, arah booming-nya masih panjang," ungkap Direktur Utama ELTY, Hiramsyah S Thaib kala ditemui usai acara Buka Puasa Bersama, di Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Kamis (4/8/2011) malam.
Dia menambahkan, jika menilik ke belakang yaitu pada 1998 hingga 2004 praktis harga properti flat. Hal ini dikarenakan Indonesia mengalami krisis dahsyat dan membutuhkan waktu untuk pemulihan yang lebih panjang dibandingkan Malaysia dan Singapura.
Kemudian bisnis properti secara perlahan naik sejak 2005 yang disebabkan orang masih cenderung wait and see di 2004 dan menunggu Pemilu 2004 kala itu.
"Pemilu lancar kemudian pemerintahan yang legitimate dan pilih presiden secara langsung, kemudian keyakinan terhadap properti itu mulai dan 2005 mulai naik. Tiga tahun naik 2005 hingga 2008 lalu terhenti pertumbuhannya karena krisis finansial global," paparnya.
Tambahnya, siklus selama lima sampai tujuh tahun baru mencapai puncak akan tetapi baru tiga tahun naik tertahan dengan adanya krisis finansial global setelah pertengahan 2010. Setelah orang yakin krisis finansial global tidak terlalu berpengaruh besar untuk Indonesia, pertengahan 2010 hingga sekarang terjadilah kenaikan harga properti.
"Harga properti gila-gilaan dalam satu tahun terakhir dengan didukung pertumbuhan ekonomi Indonesia begitu pesat dan daya beli masyarakat meningkat atau praktis sebagian besar masyarakat tidak beli properti tapi masih wait and see. Lalu dengan permintaan begitu besar karena orang sudah lama enggak beli properti kemudian daya belinya membaik karena ekonomi bagus. Di sisi lain daya dukung perbankan," tuturnya.
Selain itu, dengan kredit pemilikan rumah (KPR) yang diberikan oleh perbankan sebesar 7,5 persen di mana angka tersebut merupakan angka KPR yang terendah maka semua faktor tersebut membuat bisnis properti begitu menjanjikan ke depannya.
(ade/okz)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar