Harga minyak mentah jatuh di bawah USD94 per barel pada hari Selasa waktu setempat dikarenakan investor terus khawatir dengan pertumbuhan ekonomi yang lemah.
Patokan minyak mentah West Texas untuk pengiriman September turun 74 sen ke posisi USD94,15 per barel dalam perdagangan di New York Mercantile Exchange (Nymex). Sebelumnya, harga minyak berada di level USD93,75 per barel.
Seperti yang dikutip dari Associated Press (AP) Rabu (3/8/2011) minyak mentah jenis brent yang digunakan untuk harga minyak varietas internasional, turun 43 sen menjadi USD116,38 per barel di bursa ICE Futures London.
Minyak mentah telah menurun selama empat hari dalam perdagangan lurus seperti pasokan minyak tumbuh di AS, dan laporan pada manufaktur menunjukkan pertumbuhan yang baik di AS dan China. PFGBest analis Phil Flynn mengatakan, jika bukan karena musim badai yang akan datang dan dolar melemah, minyak akan jauh lebih rendah.
Analis Addison Armstrong mencatat bahwa sekira 2,3 persen dari produksi minyak dan satu persen dari produksi gas alam di Teluk Meksiko masih ditutup setelah Badai Tropis menyapu Teluk pekan lalu.
Dolar jatuh pada hari Selasa dari nilai tertinggi sebelumnya. Minyak dihargakan dalam mata uang AS dan biasanya bergerak lebih tinggi karena dolar jatuh dan membuat minyak mentah lebih murah bagi investor yang memegang mata uang asing.
Sementara itu, harga gas pompa turun untuk hari keempat dengan rata-rata nasional USD3,703 per galon. Pada perdagangan Nymex, untuk kontrak September, minyak pemanasan hampir tidak berubah pada USD3,0964 per galon dan bensin berjangka turun tujuh persen menjadi USD3,0459 per galon. Gas alam kehilangan tiga sen pada USD4,162 per 1.000 kaki kubik.
(and/okz)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar